- Cinta dan Perkawinan
1. Memilih Pasangan
Setelah kita mengetahui tentang tujuan menikah maka Islam juga mengajarkan kepada umatnya untuk berhati-hati dalam memilih pasangan hidup karena hidup berumah tangga tidak hanya untuk satu atau dua tahun saja, akan tetapi diniatkan untuk selama-lamanya sampai akhir hayat kita.
Muslim atau Muslimah dalam memilih calon istri atau suami tidaklah mudah tetapi membutuhkan waktu. Karena kriteria memilih harus sesuai dengan syariat Islam. Orang yang hendak menikah, hendaklah memilih pendamping hidupnya dengan cermat, hal ini dikarenakan apabila seorang Muslim atau Muslimah sudah menjatuhkan pilihan kepada pasangannya yang berarti akan menjadi bagian dalam hidupnya. Wanita yang akan menjadi istri atau ratu dalam rumah tangga dan menjadi ibu atau pendidik bagi anak-anaknya demikian pula pria menjadi suami atau pemimpin rumah tangganya dan bertanggung jawab dalam menghidupi (memberi nafkah) bagi anak istrinya. Maka dari itu, janganlah sampai menyesal terhadap pasangan hidup pilihan kita setelah berumah tangga kelak.
2. Hubungan dalam Perkawinan
Perkawinan adalah ikatan sosial atau ikatan perjanjian hukum antar pribadi yang membentukta hubungan kekeraban dan yang merupakan suatu pranata dalam budaya setempat yang meresmikan hubungan antar pribadi - yang biasanya intim dan seksual.Perkawinan umumnya dimulai dan diresmikan dengan upacara pernikahan.
Umumnya perkawinan dijalani dengan maksud untuk membentuk keluarga.
Tergantung budaya setempat bentuk perkawinan bisa berbeda-beda dan tujuannya bisa berbeda-beda juga. Tapi umumnya perkawinan itu ekslusif dan mengenal konsep perselingkuhan sebagai pelanggaran terhadap perkawinan. Perkawinan umumnya dijalani dengan maksud untuk membentuk keluarga. Umumnya perkawinan harus diresmikan dengan pernikahan.
Kecocokan Latar Belakang dan ImanKisah Simson mengingatkan kita bahwa penyebab kegagalan pernikahan Simson adalah ketidakcocokan iman dan latar belakang kehidupan. Di dalam Hakim-Hakim14 dicatat kisah pertemuan dan perkawinan Simson dengan seorang gadis Filistin. Pada pesta pernikahannya, Simson membagikan sebuah teka-teki kepada para tamunya, orang-orang Filistin. Sewaktu mereka gagal menemukan makna teka-teki itu, mereka pun mengancam untuk membakar istri Simson dan seisi rumahnya.
Dari sini kita dapat memetik sebuah pelajaran penting. Ternyata orang Filistin adalah orang yang tidak dapat menerima kekalahan dengan dada yang lapang. Daripada mengakui bahwa mereka tidak dapat menemukan makna teka-teka itu dan membayar harga pertaruhan, mereka memilih mengancam istri Simson. Dan, dalam ketakutannya, istri Simson bukannya menceritakan perbuatan mereka ini kepada suaminya, ia malah memanipulasi Simson untuk menyingkapkan makna teka-teka itu. Setelah Simson marah dan membalas perbuatan orang Filistin, ia pun pulang ke rumah orangtuanya. Tatkala ia kembali menemui istrinya, ternyata istrinya sudah diberikan kepada orang lain, tanpa sepengetahuan Simson. Dengan begitu mudahnya ayah perempuan itu memberikan putrinya kepada laki-laki lain padahal saat itu ia masih terikat dalam pernikahan dengan Simson.
3. Penyesuaian dan Pertumbuhan dalam Perkawinan
Penyesuaian dalam pernikahan pada dasarnya adalah hal yang berjalan sepanjang waktu, sepanjang pernikahan itu bahkan hingga salah satu dari pasangan meninggal dunia penyesuain tetap menjadi kebutuhan dan keharusan. Di awal perkenalan sebelum menikah, keduanya masih saling berkenalan luarnya saja, hanya mengenal kepribadian calon pasangannya secara umum saja. Tentu itu tidak cukup. Oleh karenanya, di awal pernikahan pun pasangan masih perlu penyesuaian dan pengenalan yang lebih mendalam lagi antara satu sama lain, begitu seterusnya, penyesuaian pun perlu terus dilakukan dalam pernikahan ketika istri hamil, anak pertama lahir, dst.
Penyesuaian dengan pasangan juga butuh kesabaran dan kemauan untuk saling menerima kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tidak semua kebiasaan dan sifat-sifat pasangan akan sejalan dan sesuai dengan diri. Oleh karenanya perlu memahami tentang kebiasaan pasangan, sifat dan karakternya, hal-hal yang ia sukai dan ia tidak sukai, dsb. Perbedaan diantara pasangan suami istri adalah suatu hal yang wajar, dan karena perbedaan itulah Allah mempertemukan dan menyatukannya agar satu sama lain bisa saling melengkapi. Ya, agar bisa saling melengkapi bukan untuk saling menyalahkan.
Suami dengan kelebihannya mampu membimbing dan menutupi kekurangan istri, begitu sebaliknya istri mampu pula dengan kelebihannya menutupi kekurangan yang ada pada diri suami. Dengan adanya saling pengertian satu sama lainnya ini, maka keharmonisan dalam rumah tangga akan selalu menghiasi.
4. Perceraian dan Pernikahan Kembali
Perceraian adalah berakhirnya suatu pernikahan. Saat kedua pasangan tak ingin melanjutkan kehidupan pernikahannya, mereka bisa meminta pemerintah untuk dipisahkan. Selama perceraian, pasangan tersebut harus memutuskan bagaimana membagi harta mereka yang diperoleh selama pernikahan (seperti rumah, mobil, perabotan atau kontrak), dan bagaimana mereka menerima biaya dan kewajiban merawat anak-anak mereka. Banyak negara yang memiliki hukum dan aturan tentang perceraian, dan pasangan itu dapat diminta maju ke pengadilan
Pernikahan kembali atau Rujuk adalah mengembalikan istri yang telah ditalak pada pernikahan yang asal sebelum diceraikan. Rujuk menurut bahasa artinya kembali (mengembalikan). Adapun yang dimaksud rujuk disini adalah mengembalikan status hukum perkawinan secara penuh setelah terjadi talak raj’i yang dilakukan oleh mantan suami terhadap mantan istrinya dalam masa iddahnya dengan ucapan tertentu.
5. Alternatif selain Pernikahan
Bertunangan bisa menjadi salah satu alternatif sebagai pengikat dalam hubungan, namun hal ini bukanlah sunnah rasul (yang tidak dilakukan rasul). Bertunangan sifatnya sementara dan sebaiknya segera untuk menikah.
Sumber :
http://hendriyana.abatasa.co.id/post/detail/20976/tips-oke-memilih-pasangan-hidup-menurut-islam.htmlhttp://cerdaskonsultan.wordpress.com/tag/penyesuaian-dalam-pernikahan/https://id.wikipedia.org/wiki/Perceraianhttp://www.kua-mapilli.com/p/nikah-dan-rujuk.html
Tugas Softskil
Kesehatan Mental
Aprilia Hanifah
2PA04
Rabu, 05 Juni 2013
Tulisan Ke 6
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar