Tulisan Ke-5
A. Model-model Hubungan Interpersonal
Hubungan Interpersonal
Hubungan
interpersonal itu dimana kertika kita
berkomunikasi.kita bukan hanya menyampaikan isi pesan tetapi juga
menentukan kadar hubungan interpesonalnya .jadi ketika kita berkomunikasi kita
tidak hanya menentukan conten aja melainkan relationship.
Dari segi psikologi menyatakan bahwa makin
baik hubungan interpersonal makin tebuka seseorang
mengungkapkan dirinya.
Ada
beberapa teori tentang hubungan interpersonal :
1 model pertukaran social
2.model peran
3.model intreraksional
Yang pertama ada
model perukan pertukaran social
apah si model pertukaran social itu ?
Model pertukaran social ini memandang
hubungan interpersonal sebagai transaksi dagang .seseorang berhubungan dengan
orang lain karena mengharapkan sesuatu untuk memenuhi kebutuhannya.
Teori pertukaran sosial adalah teori dalam ilmu sosial yang menyatakan bahwa dalam hubungan sosial terdapat unsur ganjaran,
pengorbanan, dan keuntungan yang saling memengaruhi. Teori ini menjelaskan
bagaimana manusia memandang tentang hubungan kita dengan orang lain sesuai
dengan anggapan diri manusia tersebut terhadap:
·
Keseimbangan antara apa yang di berikan ke
dalam hubungan dan apa yang dikeluarkan dari hubungan itu.
·
Jenis hubungan yang dilakukan.
·
Kesempatan memiliki hubungan yang lebih
baik dengan orang lain.
Analisis
transaksional
Apaaa sii itu transaksi ?
Kata
transaksi selalu mengacu pada proses pertukaran dalam suatu hubungan. Dalam
komunikasi antarpribadi pun dikenal transaksi. Yang dipertukarkan adalah
pesan-pesan baik verbal maupun nonverbal. Analisis transaksional sebenarnya bertujuan
untuk mengkaji secara mendalam proses transaksi (siapa-siapa yang terlibat di
dalamnya dan pesan apa yang dipertukarkan).
Menurut teori analisis transaksional, ketika
dua lebih orang bertemu, cepat atau lambat; salah satu dari mereka akan menyapa
atau memberikan indikasi lainnya atas kehadiran orang lain. Hal ini
disebut Stimulus Transaksional. Orang lain tersebut kemudian akan
mengatakan atau melakukan sesuatu yang berkaitan dengan stimulus yang
diterima.. Respon yang diberikan orang lain tersebut dinamai Tanggapan Transaksional.
Orang yang menyampaikan stimulus disebut “agen” dan orang yang merespon disebut
“Responden.
B. Memulai Hubungan
Pembentukan
Kesan (Impression Formation)
Pembentukan pesan adalah proses di mana kita
membentuk kesan tentang orang lain. Bagaimana kesan pertama yang dibentuk dapat
mempengaruhi penilaian atau keputusan kita tentang orang lain. Pembentukan
kesan pertama terhadap seseoerang yang baru bertemu terjadi dalam waktu sangat
pendek, relative singkat. Penyebabnya adalah implicit personality theory, yairu
kecenderungan menggabungkan beberapa sifat sentral dan peripheral (contoh:
orang cantik pasti baik). Kesan pertama seringkali salah karena lebih percaya
teori sendiri daripada kenyataan. Perspektif kognitif dalam pembentukan pesan
telah memberikan peran openting dalam usaha memahami karakteristik dan proses
pembentukan kesan.
Penelitian dari Byrne, dkk (1975) dari Fraley dan Aron (dalam Baron, Byrne,
2006) menunjukkan bahwa dalam berbagai situasi sosial, humor digunakan secara
umum untuk mencairkan suasana dan memfasilitasi interaksi pertemanan. Humor
yang menghasilkan tawa dapat membuat kita lebih mudah berinteraksi, sekalipun
dengan orang yang belum dikenal. Apakah anda ingat kalimat ‘tertawa itu sehat’?
makna dari kalimat tersebut dapat diartikan bahwa dengan tertawa, perasaan kita
akan senang, sehingga kita lebih dapat berpikir lebih sehat dan berperilaku
lebih baik. Jadi, kita akan lebih mudah berinteraksi dengan orang lain pada
saat kondisi perasaan kita sedang senang di bandingkan jika kondisi perasaan
kita sedang negative. Hal ini terjadi, pada saat senang, kita lebih terbuka
untuk melakukan komunikasi.
Sedangkan, Faktor Eksternal yang mempengaruhi dimulainya suatu hubungan
interpersonal adalah kedekatan (proximity)
dan daya tarik fisik.
·
Kedekatan (proximity)
Baron dan Byrne (2008)
menjelaskan bahwa kedekatan secara fisik antara orang yang tinggal dalam satu
lingkungan yang sama seperti di kantor dan di kelas, menunjukkan bahwa semakin
dekat jarak geografis diantara mereka semakin besar kemungkinan kedua orang
tersebut untuk sering bertemu. Selanjutnya pertemuan tersebut akan menghasilkan
penilaian positif satu sama lain, sehingga timbul ketertarikan di antara
mereka. Hal ini disebut juga dengan more
exposure effect, penelitian ini pertama kali dilakukan oleh Zajonc
tahun1968. Kita cenderung menyukai orang yang wajahnya biasa kita kenali
dibandingkan dengan orang yang wajahnya tidak kita kenal (Miller and Perlman,
2009).
·
Daya tarik fisik
Sebuah penelitian mengenai daya tarik fisik menunjukkan bahwa sebagian
besar orang percaya bahwa laki-laki dan perempuan yang menarik menampilkan
ketenangan, mudah bergaul, mandiri, dominan, gembira, seksi, mudah beradaptasi,
sukses, lebih maskulin (laki-laki) dan lebih feminism (perempuan) daripada
orang yang tidak menarik (Dion and Dion, 1991;Hatfield dan Sprecher, 1986a
dalam Baron byrne, 2008). Jadi, kita cenderung untuk memilih berinteraksi
dengan orang yang menarik dibandingkan orang yang kurang menarik, karena orang
yang menarik memiliki karakteristik lebih positif.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar